Tokoh Cerita

tulisan ini saya copas full version tanpa mengedit sama sekali dari blog http://togogdanbilung.wordpress.com/2012/02/24/togog-dan-mbilung/ , dikarenakan penulis belum faham etul tentang pewayangan. mohon maaf jika yang punya blog tidak berkenan, dan penulis ucapkan banyak terimakasih. maturnuwun…

 

TOKOH Togog dan Mbilung dalam dunia wayang digambarkan selalu mengikuti raja yang berwatak jahat atau satria yang hanya mengutamakan harta. Togog dan Mbilung adalah dua orang bersaudara. Togog sebagai kakak dan Mbilung adalah adiknya. Salah satu versi menyebutkan, bahwa Mbilung berasal dari bayangan Togog yang disabda menjadi manusia, dan diangkat menjadi adiknya. Versi ini sama dengan hubungan punakawan Semar dengan Bagong.

 

Penampilan Togog dan Mbilung dalam panggung wayang sepintas hanya seperti untuk lelucon. Namun kedua tokoh tersebut sebenarnya memanggul tugas yang sangat berat. Sebagai pengawal aturan manusia dan juga sebagai penegak kebenaran, tak beda jauh dengan tugas polisi atau prajurit Bayangkara. Togog dan Mbilung memang hanya satu, namun di situ berwujud dua, karena semua itu hanya untuk menggambarkan lahir dan batin manusia, seperti halnya saat seseorang sedang ngudarasa atau berbicara dengan dirinya sendiri. Dalam ajaran rohani, hal itu merupakan bisikan baik dan buruk dalam diri manusia.

 

Wayang Togog digambarkan bertubuh bulat, berkepala botak dan bermata lebar, serta berbibir ndower. Sedangkan Mbilung digambarkan bertubuh kecil, di kepala penuh borok, matanya kecil dan terlihat sayu. Nama lain Togog adalah Sanghyang Puguh, sedangkan nama lain Mbilung adalah Sanghyang Sarawita. Togog adalah sosok dewa yang digambarkan abadi dan tak bisa mati. Bahkan Togog dan Mbilung sering disebut dewa ngejawantah, karena tugas Togog dan Mbilung memang berbaur dengan rakyat kelas bawah. Dalam kelir wayang, Togog dan Mbilung memang digambarkan selalu mengikuti raja yang berwatak jahat, namun bukan berarti mengabdi kepada kejahatan. Sanggit watak tersebut dapat diartikan bahwa keduanya selalu berkaitan dengan upaya memberantas kejahatan. Artinya, di mana ada keangkaramurkaan, di situ harus ada sosok Togog dan Mbilung. Bukankah itu sama dengan fungsi polisi? Di mana ada kejahatan, di situ harus ada polisi. Sekecil apapun bentuk kejahatan itu.Mungkin nama Bayangkara hanya kebetulan, namun kenyataan menunjukkan bahwa tugas-tugas polisi selalu berdekatan dengan bebaya lan angkara atau bahaya, kejahatan dan keangkaramurkaan. Sama dengan tugas yang harus diemban oleh Togog dan Mbilung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s